Beternak
burung berkicauan seperti murai batu dan love bird sering membingungkan
ketika sesorang akan menentukan langkah breeding. Hal ini karena kedua jenis kicauan ini sama-sama memiliki prospek yang bagus pula.
Cari di Sini
Kamis, 21 Maret 2013
Dari Atlet Tenis Meja Menjadi Peternak Murai Batu
Menarik sekali melihat perjalanan hidup Aries Setiadi (37 tahun), yang
akrab disapa Om Didik. Pada masa remaja, dia dikenal sebagai salah
seorang atlet tenis meja andalan dari Provinsi Jambi, bahkan beberapa
kali menjuarai turnamen tenis meja tingkat provinsi. Saat ini dia
menjadi pegawai negeri sipil. Memanfaatkan sebagian waktu luangnya,
sejak awal 2012, Om Didik mencoba penangkaran burung murai batu (MB), dan ternyata berkembang pesat hingga kini.
Kamis, 28 Februari 2013
Menguak Misteri Murai Batu Blorok
Burung murai batu (MB) blorok belakangan makin sering bermunculan. Jika Anda berselancar di penjualan online seperti tokobagus atau berniaga, bisa dijumpai beberapa orang yang menjual MB blorok. Setali tiga uang, beberapa penangkar pun menjumpai beberapa anakan yang setelah dewasa terlihat blorok.
Piyik Murai Batu Lumpuh? Coba Terapi Pasung
Piyik murai batu
(MB) lazimnya sudah mampu berdiri cukup kokoh dan meninggalkan sarang
pada umur 10-14 hari. Saat itulah mereka akan belajar duduk di
tangkringan. Tetapi, dalam beberapa kasus, ada juga piyik yang pada usia
tersebut belum mampu berdiri. Ada kemungkinan ini merupakan gejala awal
dari kelumpuhan, dan akan menjadi permanen jika tidak segera diambil
tindakan.
Kreatif Membuat Sarang Murai Batu
Salah satu yang paling saya kagumi dari Om Iman Sulaiman, pemilik
Raptor Bird Farm, adalah selalu ingin mencoba sesuatu yang baru.
Kreativitasnya sebagai penangkar seolah tak ada habis-habisnya. Dalam
hal sangkar, misalnya, dia pernah mencoba membuatnya dari batang palem
sehingga memberikan suasana yang lebih alami kepada induk jantan dan
induk betina yang sedang berkembang biak. Anda mau coba membuatnya?
Kamis, 21 Februari 2013
Prospek Penangkaran Murai Batu Masih Sangat Cerah
Meski saat ini semakin banyak saja orang
yang menangkarkan murai batu, tetapi prospek ke depannya tetap bagus.
Hal ini disebabkan stok pasokan murai batu dari hutan mulai menipis
karena terus dikuras, sementara peminat burung kicauan semakin hari
semakin banyak saja. Pada saat yang sama, banyak penghobi yang tidak
sabar untuk merawat murai hasil tangkapan hutan karena lama jinaknya,
dan karenanya harus menunggu setahun dua tahun untuk menikmati burungnya
secara maksimal, apalagi untuk dibawa ke arena lomba.
Selasa, 29 Januari 2013
Penangkaran Murai Batu Sistem Poligami
Selama ini penangkaran burung dengan
sistem poligami, yakni satu jantan untuk beberapa betina sebagai
pasangan, banyak diterapkan pada beberapa burung jenis finch seperti kenari atau blacktroath. Namun penangkaran murai batu dengan sistem poligami, yang tergolong sukses luar biasa antara lain punya Om Didik Supriyanto dengan penangkaran RR BF-nya di Gresik Jawa Timur.
Langganan:
Postingan (Atom)






